Bandar Lampung, 15 Oktober 2026 – Empat dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berpartisipasi sebagai presenter dalam The International Conference on Da’wah, Society and Artificial Intelligence 2026 (ICDSAI 2026) yang diselenggarakan oleh Da’wah and Leadership Research Centre (PKDK), Faculty of Islamic Studies, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), pada Rabu, 14 Oktober 2026, secara daring.

Keempat akademisi tersebut adalah Muhamad Bisri Mustofa, Siti Wuryan, Fariza Makmun, dan Faizal, yang mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “AI as Tool, Medium, or Actor? Rethinking the Role of Artificial Intelligence in Da’wah and Society.”

Konferensi internasional ini mengusung tema “Shaping the Future of Da’wah, Society and Human Civilization in the Era of AI”, yang menjadi ruang dialog akademik lintas negara dalam membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta implikasinya terhadap dakwah, komunikasi keagamaan, etika, dan transformasi sosial. Naskah yang terpilih akan diterbitkan pada Jurnal Al Hikmah Fakulti Pengkajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia.

Dalam presentasinya, tim akademisi FDIK mengangkat pertanyaan fundamental mengenai kedudukan AI dalam praktik dakwah kontemporer: apakah AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, menjadi medium penyampaian pesan, atau mulai menunjukkan karakteristik sebagai aktor yang memengaruhi produksi, distribusi, dan penerimaan pesan keagamaan?

Kajian tersebut menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan sintesis literatur ilmiah. Analisis difokuskan pada hubungan antara kecerdasan buatan, otoritas keagamaan, komunikasi Islam, dan perkembangan masyarakat digital.

Melalui kajian ini, tim penulis menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam dakwah tidak cukup dipahami dari aspek efisiensi teknologi, tetapi juga perlu mempertimbangkan dimensi etika, validitas pengetahuan keislaman, otoritas keagamaan, dan tanggung jawab manusia.

AI dapat memperluas jangkauan dakwah dan mempercepat distribusi pengetahuan, tetapi otoritas keilmuan, pertimbangan etis, serta nilai-nilai kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama dalam komunikasi keagamaan.

Partisipasi empat dosen tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam mengembangkan kajian interdisipliner yang mengintegrasikan ilmu dakwah, komunikasi, teknologi digital, dan transformasi masyarakat.

Selain menjadi forum diseminasi hasil penelitian, ICDSAI 2026 juga membuka peluang penguatan jejaring akademik internasional, pertukaran gagasan, serta pengembangan kolaborasi penelitian antarlembaga pendidikan tinggi.

Keikutsertaan ini diharapkan semakin mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah internasional di lingkungan FDIK UIN Raden Intan Lampung, khususnya dalam merespons tantangan perkembangan teknologi yang terus mengubah lanskap dakwah dan kehidupan sosial.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dakwah masa depan dituntut tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga kritis, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.


Keterangan Foto: Empat dosen FDIK UIN Raden Intan Lampung mengikuti dan mempresentasikan hasil kajian ilmiah tentang kecerdasan buatan dalam dakwah dan masyarakat pada ICDSAI 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Universiti Kebangsaan Malaysia, Rabu (14/10/2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *