Bandar Lampung – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung melakukan audiensi dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung sebagai langkah awal untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan antara perguruan tinggi dan SPN Polda Lampung. Pihak SPN menyampaikan bahwa seluruh bentuk kerja sama dengan Polda Lampung dilaksanakan melalui mekanisme satu pintu pada Bagian Kerja Sama (Kerma) Polda Lampung. Setelah memperoleh disposisi dari Polda, usulan kerja sama akan ditindaklanjuti oleh SPN sesuai dengan kewenangannya. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang III, Dr. Tontowi Jauhari, M.M., Ketua Program Studi PMI, Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I, dan Eka Octalia Indah Libriyanti, M.Sos., Sekretaris Program Studi Manajemen Dakwah, Rouf Tamim, M.Pd., Kasubbagrenmin SPN Polda Lampung, Desi Ariska, S.E.
Dalam diskusi juga disepakati bahwa bentuk kegiatan awal yang dapat segera direalisasikan adalah sosialisasi dari UIN Raden Intan Lampung kepada para siswa SPN. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan program-program akademik yang dimiliki UIN Raden Intan Lampung.
Pihak SPN menjelaskan bahwa pembukaan pendidikan calon Bintara dijadwalkan pada tanggal 20 Juli 2026, dengan materi awal yang berfokus pada dasar-dasar kebhayangkaraan. Di sela-sela proses pendidikan tersebut, terdapat peluang bagi perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.

Selain itu, dibahas pula peluang pelibatan dosen sebagai narasumber atau dosen terbang sesuai dengan kompetensi keilmuan yang dibutuhkan dalam kurikulum pendidikan di bawah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran melalui kontribusi akademisi dari perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas kemungkinan penelusuran alumni SPN yang telah lulus dua hingga tiga tahun sebelumnya sebagai bagian dari pengembangan program pendidikan dan evaluasi. Namun demikian, pelaksanaannya memerlukan persetujuan dari pimpinan dan penyesuaian kebijakan Lemdiklat Polri.
SPN Polda Lampung turut menyampaikan gambaran proses pendidikan calon Bintara. Tahun ini terdapat 91 calon personel yang mengikuti pendidikan. Para lulusan nantinya akan menyandang pangkat Bripda dan ditempatkan berdasarkan hasil seleksi dari Penerimaan Brigadir Polisi. Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak juga membahas peluang kerja sama dengan Bidang Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polda Lampung melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) bagi para pengasuh siswa SPN. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan mental, karakter, serta nilai-nilai moral peserta didik selama menjalani pendidikan kepolisian.
Melalui audiensi ini, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam FDIK UIN Raden Intan Lampung berharap sinergi dengan SPN Polda Lampung dapat segera diwujudkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta pengembangan pendidikan karakter bagi calon anggota Polri.



